
Lacaknews.com -KLATEN— Kabupaten Klaten kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor pemulihan ekosistem perairan darat melalui Rapat Koordinasi Forum Sekolah Sungai Klaten di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat. Pertemuan ini menjadi momentum kebangkitan gerakan restorasi sungai yang memandang aliran air bukan sekadar saluran pembuangan, melainkan pusat peradaban yang wajib dijaga bersama dari ancaman sedimentasi, sampah, dan alih fungsi bantaran.
Langkah strategis tersebut kini diperkuat oleh SK Bupati Klaten Nomor 32/300.2.3/8 Tahun 2026 tentang pengurus baru Forum Sekolah Sungai Klaten, memberikan landasan hukum yang kokoh bagi para relawan untuk bergerak secara terstruktur. Dalam pengelolaannya, forum mengandalkan kolaborasi pentaheli sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas masyarakat, dan media—untuk menyelaraskan perencanaan hingga pengawasan konservasi.
Sebagai pembuka dari rangkaian aksi masif ini, forum dijadwalkan menggelar Apel Siaga Bersih Sungai di Kali Bendo, Buntalan, pada 19 September 2026, yang melibatkan gotong royong lintas elemen masyarakat dan instansi. Dinas PUPR Klaten melalui Sekretaris Dinas, Yuli, ST, MM, menyatakan komitmen penuh mendukung langkah ini demi memperkuat mitigasi banjir serta menjaga kualitas air bersih di tingkat akar rumput.
Ketua Forum Sekolah Sungai Klaten, Thulik Nugroho, menambahkan bahwa ke depan pihaknya akan fokus memetakan dan mendampingi berbagai Komunitas Peduli Sungai agar kembali gumergah (semarak). Didukung sesi berbagi wawasan dari Balai Pembenihan Tanaman Hutan Wilayah III Yogyakarta, gerakan ini selaras dengan visi daerah untuk mewujudkan program “Dalan alus lan padang, banyu lancar” di Kabupaten Klaten.










