
Lacaknews.com – KLATEN – Rangkaian International Cycling History Conference_ (ICHC) ke-35 di Klaten resmi berakhir pada Rabu, 20 Mei 2026. Acara penutupan digelar di Pendopo Kabupaten Klaten dan dihadiri sejumlah pembicara dari luar negeri.
Forum internasional ini menghadirkan Duta Besar Belanda Marc Gerritsen dan Duta Besar Jerman H.E. Ralf Beste. Keduanya tampil bersama Amalinda Savirani dari UGM serta Yusuf Nugroho dari Kementerian Perhubungan. Topik yang diangkat beragam, mulai dari asal-usul sepeda, perkembangan budaya bersepeda di berbagai negara, sampai arah transportasi berkelanjutan ke depan.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyatakan kebanggaannya atas terselenggaranya acara berskala internasional ini di Klaten.
“Setelah 35 tahun, baru kali ini ICHC digelar di Indonesia, tepatnya di Klaten. Kehadiran delegasi dari 40 negara menjadi kehormatan besar bagi kami,” katanya.

Menurut Hamenang, gelaran _Klaten International Cycling Festival_ (KLIC Fest) 2026 juga jadi catatan sejarah baru. Konferensi dan festival berlangsung selama delapan hari penuh. Selama periode itu, para delegasi berkesempatan merasakan langsung tradisi, kuliner, tempat wisata, serta keramahan warga Klaten. Ia berharap momentum ini bisa mempromosikan Klaten ke dunia luar.
“Semoga para delegasi membawa pulang kesan positif tentang Klaten sebagai daerah yang aman, nyaman, dan kaya nilai budaya untuk diceritakan di negara masing-masing,” ujarnya.
Dubes Belanda Marc Gerritsen memanfaatkan kesempatan itu untuk mengajak masyarakat Indonesia kembali bersepeda. Dengan logat Jawa, ia berseru, “Ayo pit-pitan ning Klaten.”
Ia juga antusias menyambut agenda bersepeda keliling Candi Prambanan yang menjadi bagian dari KLIC Fest 2026.
Acara ditutup dengan sesi diskusi tanya jawab. Di akhir, Bupati Klaten saling bertukar cinderamata dengan Duta Besar Belanda dan Jerman.
(ttr-kominfo/klt)










