
Lacaknews.com – KLATEN –Klaten International Cycling Festival_ (KLIC Fest) 2026 resmi dibuka pada Minggu, 17 Mei 2026. Hari pertama diisi dengan tur keliling kota yang membawa para delegasi mengunjungi berbagai destinasi budaya dan wisata di Klaten.
Tur ini diikuti delegasi dari 16 negara peserta. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menjelaskan, kedatangan para delegasi sudah dimulai sejak awal acara.
“Delegasi KLIC Fest sudah mulai berdatangan. Wakil Presiden IVCA dan beberapa anggota kami ajak melihat kegiatan car free day karena kebetulan bertepatan hari Minggu,” ujarnya.
Rute dimulai dengan jalan pagi di Car Free Day Jalan Pemuda bersama Bupati Hamenang. Rombongan kemudian menuju Sanggar Omah Wayang di Desa Sumberejo, Klaten Selatan. Di sana, delegasi menyaksikan pertunjukan wayang yang dimainkan dalang dan pengrawit cilik.
Kunjungan berlanjut ke Desa Sidowarno, Wonosari, pusat kerajinan wayang kulit. Para tamu melihat langsung proses pembuatan wayang oleh perajin setempat dan bahkan mencoba teknik mentatah kulit.
Selanjutnya, delegasi singgah di Desa Melikan, Wedi. Mereka mengamati teknik pembuatan gerabah dengan putaran miring, metode khas yang hanya ada di desa tersebut. Setelah itu, mereka belajar membatik dengan bimbingan perajin dari Desa Jarum, Bayat.
Perjalanan dilanjutkan ke Lurik Prasojo di Pedan. Di tempat ini, delegasi melihat proses pembuatan kain lurik khas Klaten, mulai dari penataan benang hingga penenunan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).
City tour ditutup di Umbul Ponggok, Polanharja. Airnya yang jernih dan bersumber langsung dari mata air alami memberikan pengalaman segar yang baru dirasakan sebagian besar delegasi.
Wakil Presiden IVCA, Filip Pauwels, menyebut rangkaian ini sebagai pengalaman pertama yang berkesan bagi banyak delegasi yang baru datang ke Indonesia.
“Tempat ini ramah dan baru bagi saya. Saya sangat terbuka untuk setiap pengalaman. Hari ini menyenangkan. Saya suka keramahan orang-orang di sini,” katanya.
Hal senada disampaikan Buttner, delegasi asal Jerman. Baginya, ini adalah kunjungan pertama ke Indonesia. Ia mengaku terkesan dengan keragaman Klaten, mulai dari keramahan warga, budaya, seni, kuliner, wisata, hingga produk lokal.
“Saya jadi makin semangat mengeksplorasi Klaten. Rasanya sehari saja tidak cukup untuk mengelilingi semuanya,” ujarnya.
(ang/Kominfo-klt)











