Kasus Robby Kurdi Tarik Perhatian Pemerhati Tipikor

253

TANA PASER,pwipaser.com – Masih ingat kasus Robby Kurdi (45) teripidana yang tersandung kasus kejahatan pemalsuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), vonis 13 tahun plus denda Rp 500 juta (jika tidak memampu membayar maka diganti dengan hukuman kurungan 1 tahun) yang dijatuhkan Pengadilan Negeri (PN) Tanah Grogot, menarik perhatian Direktur LSM STIKOR (Skandal tindak pidana korupsi dan pidana khusus) Suwito, SH,MM.

Direktur LSM STIKOR itu menyoroti hukuman yang dijatuhkan Agus Hamzah, SH, (Ketua Majelis Hakim), Hendra Kusuma W, dan Roby Hermawan (Selaku Majelis Hakim), kepada Robby. Ada kejanggalan, diamana terdakwa lainnya dengan kasus yang sama Andre Willi divonis 2 thn 10 bulan penjara oleh Pengadilan oleh Pengadilan Negeri Tanah Grogot.

“Kami melihat vonis Willi ini adalah kejanggalan hukum dalam pemberantasan kejahatan ,  Ini kan kejahatan kolektif. Willi ini juga termasuk aktor utama dalam kejahatan ini,”ujar Suwito , Minggu (8/1).

Dalam kasus ini, Suwito mempertanyakan pemeran ‘pembantu’ dalam kasus korupsi ini divonis lebih berat daripada Willi. Misalnya bekas karyawan manager HRD PT.Samindo Utama Kaltim, Robby Kurdi yang divonis 14 tahun penjara.

“Bagaimana mungkin aktor intelektualnya divonis lebih rendah dari yang membantu. salah satu faktor mengapa hakim berani menjatuhkan vonis ringan adalah karena hanya sedikit media yang memblow up saat persidangan,” ujar Suwito.

Menurut Suwito, dalam kasus ini, jaksa harusnya mengajukan banding, karena ada kejanggalan dalam vonis, atau lebih sering disebut dengan Disparitas. Dalam hal ekstrem disparitas putusan bisa terjadi karena adanya transaksi jual-beli putusan. Hal ini dikarenakan hakim punya kemandirian dan independensi dapat memutus sebuah perkara ,sesuka hatinya tanpa pertimbangannya yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dibagian lain, Lenny Rianti, SH kembali menegaskan kalau ia bersama kliennya mempertanyakan sikap hakim yang memutuskan kasus ini ditingkat pertama??? Dalam hal ini Lenny menduga ada sesuatu hal patut dipertanyakan majelis hakim yang memutus bisa memutus 3 kali lipat dari tuntutan jaksa. Dan ia  menduga ada masalah pribadi yang diambil dalam memutuskan kliennya.

“ada beberapa alasan penting mengapa persoalan disparitas menjadi hal penting. diantaranya disparitas putusan pada akhirnya akan mencederai rasa keadilan masyarakat. Oleh karena perkara yang serupa mendapatkan putusan yang berbeda, hal ini dapat membuat putusan pengadilan diragukan oleh publik,” ujar Lenny. # Susianto




One thought on “Kasus Robby Kurdi Tarik Perhatian Pemerhati Tipikor

  1. sys artha

    Komisi Yudisial perlu menelusuri penanganan kasus ini, disparitas hukum yang dijatuhkan kepada Sdr. TobbyKurdi dengan tuntutan JPU ditambahlagi denan putusan kepada Sdr. Willy yang jauh lebih ringan, itulah potret penegakan hukum yang hanya mengutamakan kepastian daripada aspek keadilan yg berkansgung di PN Tgt, karena (salah satunya) ketiadaanmedia yang mengikuti proses persiaangan ini dari awal sd akhir.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *