Divonis 13 tahun, Robby Kurdi Cari Keadilan

1111

TANA PASER – Ada fakta menarik dari kasus hukum yang dialami Robby Kurdi (45). Robby yang tersangkut kasus dugaan pemalsuan dokumen salah satu perusahaan yang bergerak di sektor batu bara (PT. Samindo Utama Kaltim) dan pencucian uang, menilai bahwa penanganan kasus yang dihadapinya, diduga terjadi disparitas. Hal ini disampaikannya melalui Penasihat Hukumnya Lenny Riantie, SH, Senin (2/1).

Menurut Lenny, kliennya diputus 14 tahun kurungan (Penjara) dan menganti kerugian Rp 500 juta karena terbukti turut serta membantu pemalsuan dan TPPU terhadap PT.Samindo Utama Kaltim Rp 1,2 M, sedangkan Andre Willy hanya divonis 2 tahun 10 bulan penjara dalam kasus yang sama padahal Willy adalah aktor utama yang menerima menerima Rp 10  miliar.

“Karena adanya kesenjangan ini, kami kemudian mengajukan banding ditingkat pengadilan tinggi, yang akhirnya Hakim menurunkan hukuman Robby, dari 14 tahun menjadi 8 tahun. Karena yakin klien kami hanya membantu bukan sebagai otak tindak kejahatan ini,”ujar wanita yang akrab disapa Lenny itu.

Dalam kasus ini, Kliennya (Robby), sambung Lenny, hanya menerima Rp 1,2 miliar, sedangkan rekannya yang lain Andre Willy menerima aliran dana Rp 10 Miliar. Saat itu, kliennya dituntut jaksa penuntut umum (JPU) 4 tahun subsider 8 bulan  penjara, dan divonis 13 tahun plus denda Rp 500 juta, jika tidak dipenuhi, diganti dengan kurungan selama satu tahun.

“Untuk kasus Andre Willy, JPU 5 tahun 8 bulan , atas kasus yang sama menerima aliran dana sebesar 10 Miliar Rupiah, dan divonis 2 tahun 10 bulan, padahal dalam persidangan, Willy  terbukti Mengurus penempatan aliran dana hasil kejahatan, Mengurus penarikan aliran dana hasil kehahatan dan Mengatur semua dari persiapan dan penempatan serta mengalirkan dana hasil kejahatan,”beber Lenny.

Ditegaskan Lenny, hingga sejauh ini, status hukum kleinnya belum inkrah, karena masih mengajukan kasasi ke Mahmakah Agung (MA) untuk mendapatkan keadilan, karena kliennya bukan pelaku utama namun mendapatkan hukuman berat. # Susianto




One thought on “Divonis 13 tahun, Robby Kurdi Cari Keadilan

  1. Aji

    Dalam perkara yang diputuskan oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Grogot ini terkait dengan perkara Robby Kurdi dan Andrew Willi ,MA dan Jaksa Agung harus melakukan pemantauan terhadap perkara yang diputus pengadilan masih adanya fenomena baik disparitas tuntutan maupun vonis terhadap terdakwa dalam kasus ini.
    “Disparitas putusan masih menjadi persoalan serius. Saat upaya menghukum tindak kejahatan dengan adil justru menimbulkan persoalan disparitas,”
    “Kondisi disparitas ini menunjukkan bahwa masih banyak hakim dan jaksa yang tidak melakukan perumusan yang sama dalam memberikan tuntutan kepada terdakwa .
    Persoalan disparitas putusan hukuman terhadap terdakwa juga terjadi. Disparitas pemidanaan ini, terjadi dalam 2 kategori. Pertama, hukuman sama namun kerugian yang ditimbulkan berbeda. Kedua, jumlah hukuman berbeda namun kerugian yang timbul relatif sama .
    Persoalan disparitas ini selalu berulang dan tidak pernah terpecahkan oleh Mahkamah Agung (MA). Persoalan ini akhirnya akan menciptakan ketidakadilan.
    “Terjadinya disparitas pemidanaan dikarenakan hingga kini tidak ada pedoman dalam menjatuhkan hukuman bagi terdakwa, Sehingga tidak ada batasan yang jelas dalam menjatuhkan hukuman dalam suatu perkara
    Ada dua alasan penting mengapa persoalan disparitas menjadi hal penting. Pertama disparitas putusan pada akhirnya akan mencederai rasa keadilan masyarakat. Oleh karena perkara yang serupa mendapatkan putusan yang berbeda, hal ini dapat membuat putusan pengadilan diragukan oleh publik.
    “Kedua, dalam hal ekstrem disparitas putusan bisa terjadi karena adanya transaksi jual-beli putusan. Hal ini dikarenakan hakim punya kemandirian dan independensi dapat memutus sebuah perkara ,sesuka hatinya tanpa pertimbangannya yang dapat dipertanggungjawabkan,”
    Terima kasih b

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *